Get Adobe Flash player

LOMBA KUAT TEKAN BETON MUTU TEPAT 2012

Download Brosur Lomba di sini.

Download Pamflet Lomba di sini.

Download Panduan Lomba di sini.

Download Proposal Lomba di sini.

 

Last Updated (Wednesday, 18 January 2012 02:45)

 

Teknik Sipil S-1 ITN Malang mBangun Deso

mbangun desoSalah satu program Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian masyarakat. Tujuan dalam pengabdian masyarakat adalah membantu, membina serta memberikan  layanan konsultasi dalam bidang teknik sipil kepada  masyarakat pedesaan. Teknik Sipil S-1 ITN Malang partisipasi dalam program Tri Dharma perguruan tinggi tersebut dalam bentuk nyata adalah Bakti Desa (mBangun Deso) yang terpusat di desa Sumber Ngepoh Kecamatan Lawang Kabupaten Malang Jawa Timur. Sesuai dengan visi, misi Teknik Sipil S-1 adalah menyelenggarakan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berwawasan lingkungan di bidang teknik sipil yang bermanfaat bagi pengembangan sumberdaya. Pengabdian Teknik Sipil S-1 ITN Malang sudah memasuki tahun ketiga dilakukan bersama seluruh civitas akademika dan masyarakat setempat. Untuk tahun 2011 ini difokuskan pada pembuatan taman balai desa, bersih desa dan gong acara adalah pemasangan jembatan inspeksi yang terbuat dari beton bertulang bambu.

Read more...

 

Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah pembangunan berkelanjutan yang mengoptimalkan manfaat sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan cara menserasikan aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam untuk menopangnya.

pembangunan1Setiap detik, populasi manusia di bumi ini selalu bertambah. Seiring hal itu kebutuhan manusia akan kehidupan yang layak pun juga akan turut mengikuti. Akan tetapi dalam kenyataannya, permasalahan itu senantiasa berhadapan dengan relaita yang ada. Ketidakmampuan dan keterbatasan alam dalam memenuhi kebutuhan manusia senantiasa berbenturan dengan sifat-sifat manusia itu sendiri yang selalu bergantung pada ketersediaan sumber daya alam.

Secara naluriah, manusia akan mempertahankan eksistensinya sebagai makhluk spesies tertinggi di muka bumi ini. Manusia dibekali akal dan nalar untuk merekayasa alam in idemi kehidupannya. Oleh karena itu, kearifan dan kebijakan manusia dalam mengelola alam ini begitu berarti. Mengelola alam ini secara serampangan akan berakibat buruk bagi manusia itu sendiri, sekarang atau di masa mendatang. Ingatlah, bahwa kita bisa mengambil alam ini dari pengelolaan pendahulu kita. Begitu pula bila kita mendambakan generasi kita bisa hidup sejahtera, selayaknyalah kita berperlilaku lebih baik dari moyang kita.

Read more...

 

Jembatan Selat Sunda

Menjawab tantangan manusia

jembatan 1Gagasan dan harapan

Jembatan Selat Sunda adalah salah satu  bagian dari cita-cita besar bangsa Indonesia. Gagasan ini menggema sejak tahun 1960- sebagai bagian keinginan luhur bangsa untuk menyatukan pulau-pulau besar di Indonesia.  Banyak sudah negara-negara lain di dunia ini yang mulai mencoba membangun jembatan bentang panjang sebagai penghubung wilayah-wilayahnya yang semula terpisah, guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

Jembatan tidaklah dipandang secara struktural saja, tetapi potensi bangkitan perubahan ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan dan masih banyak lagi hal yang dapat terimbas oleh adanya jembatan ini. Perekonomian masyarakat dapat bangkit, sosial budaya akan berubah, dan masih banyak lagi. Hal ini karena adanya kemudahan akses untuk menjangkau wilayah. Sebagai contoh, Pulau Jawa menyumbang 60% pergerakan perekonomian Indonesia, dan Sumatera 20%nya. Bila adanya jembatan Selat Sunda, maka 2 pulau besar ini akan menjadi satu kesatuan perekonomian yang kokoh.

Read more...

 

Advancing Segmental Bridge Technology

advancing1Finley Engineering Group, Inc. (FEG) of Florida is providing final design and construction engineering services for six segmental bridges on Israel’s Road 431 project - the first in Israeli bridge construction history to use external tendons. FEG used LUSAS Bridge to analyse and optimize the pier and deviator segment diaphragms for the imposed loadings whilst keeping the segment weight within the 65 tonne lifting capacity of the contractor’s equipment. As a result of FEG’s design the owner and contractor were provided with major benefits from simplified precasting details, thinner sections, rapid erection procedures and improved long-term durability.

Overview
Israel has constructed more than 25 segmental bridge structures in the last 20 years. But despite the country’s considerable experience with segmental bridges, the six FEG-designed bridges for one of the interchanges on the 21km long, Design-Build-Operate-Transfer venture will be the first in Israeli bridge construction history to use external tendons. These 12.5m wide bridges have span lengths ranging from 30m to 66m and consist of 501 precast segments with a total deck area of more than 18,000 square metres.

Read more...