Trik KJI, Rangka Jembatan Ringan tapi Mampu Tahan Berat Beban

Trik-KJI-Rangka-Jembatan-Ringan-tapi-Mampu-Tahan-Berat-Beban-732x549

Mahasiswa baru Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mendapat bekal untuk mengikuti Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI). KJI dan KBGI sendiri merupakan suatu kompetisi desain atau rancangan jembatan dan bangunan gedung yang diadakan oleh Kemenristek Dikti. Kompetisi yang diadakan setiap tahun ini diikuti oleh mahasiswa jurusan Teknik Sipil dari perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Untuk membangkitkan motivasi dan jiwa kompetisi, maka dalam Civil Gathering 2018, Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) menghadirkan Dr. Nawir Rasidi, ST.,MT., dari Politeknik Negeri Malang. “Lomba ini yang dinilai bagaimana peserta bisa membuat rangka jembatan paling ringan, namun mampu menahan beban paling besar. Ini yang akan mendapatkan nomor,” ujar dosen Teknik Sipil ini, Kamis (08/11/18) di auditorium kampus I ITN Malang.

Menurut Nawir panggilan akrab Nawir Rasidi, ada tiga kategori lomba dalam KJI, yakni Jembatan Rangka Baja Jalan Raya, Jembatan Rangka Baja Canai Dingin, dan Jembatan Busur Pejalan Kaki. Jembatan sendiri merupakan struktur bangunan yang menghubungkan dua wilayah karena terkendala rintangan sungai, laut, selat, atau jalan raya. “Yang diuji miniatur. Kalau miniaturnya kuat maka bisa diaplikasikan pada kenyataan,” katanya.

Dihadapan 185 mahasiswa baru Nasir menjelaskan proses persiapan lomba dari pembuatan proposal, sampai trik mengikuti lomba. “Persiapan membuat proposal satu bulan. Biasanya menggambarnya yang lama, harus pakai autocad, tiga dimensi. Serta triknya agar lolos harus memakai peraturan terbaru perencanaan mutu jembatan RSNI 2016 (Rancangan Standar Nasional Indonesia),” tutupnya.

Penjelasan tentang Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ini menurut Rendy Setiawan, koordinator Civil Gathering, untuk mendorong mahasiswa agar mengikuti kompetisi jembatan. “Jadi kami merasa perlu memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru tentang konsep KJI sampai bagaimana mengkoordinir regu,” katanya. (mer/humas)

image_pdfDownload PDF Versionimage_printPrint Page