Praktek Kerja

Pelaksanaan dan evaluasi kerja praktek di Jurusan Teknik Sipil dilaksanakan sebagai berikut :

1. Kerja Praktek dititikberatkan pada upaya penerapan metode pelaksanaan proyek yang dapat memberikan keterampilan mahasiswa pada suasana tempat kerja yang nyata di bidang Teknik Sipil.

2. Kerja praktek dilakukan pada instansi, proyek atau perusahaan yang dipilih oleh mahasiswa dengan persetujuan ketua jurusan.

3. Kerja Praktek dapat dilakukan bila telah memenuhi persyaratan akademik sebagai berikut :

  • Telah menyelesaikan semua matakuliah s/d semester 5 dengan minimal 95 sks dengan IPK ³ 2,00.
  • Telah menyelesaikan semua tugas semester dan praktikum s/d semester 5.
  • Tercantum dalam Kartu Rencana Studi (KRS).
  • Telah memenuhi persyaratan administrasi lunas SPP pada semester yang bersangkutan.
  • Memiliki 2 sertifikat kegiatan Himpunan.
  • Telah membuat minimal 1 (satu) Proposal Kegiatan Kompetisi yang diadakan oleh Kementrian Riset Dikti.

4. Obyek Kerja Praktek dapat berupa proyek pembangunan rekayasa sipil dengan jenis dan ketentuan bangunan sebagai berikut :

  • Gedung bertingkat minimal 3 (tiga) lantai dengan luas per lantai minimal 500 m2,
  • Jembatan baja atau beton.
  • Gudang baja dengan bentang minimal 25 m.
  • Jalan raya baru kelas I.
  • Bendungan, bendung dan Embung.
  • Jaringan irigasi
  • Pelabuhan, lapangan terbang.
  • Mikrohidro (PLTA), Minihidro (PLTM)
  • Bangunan Pengendali Banjir
  • Drainase Perkotaan
  • Konservasi

5. Bentuk kerja praktek berupa kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan, pengawasan, perencanaan pada proyek-proyek rekayasa sipil.

6. Waktu kerja praktek dilaksanakan selama 60 (enam puluh) hari, yang dibuktikan dengan laporan harian atau daftar hadir yang disahkan oleh instansi tempat kerja.

7. Dalam pelaksanaan kerja praktek, mahasiswa akan mendapat bimbingan dari dosen pembimbing yang ditetapkan berdasarkan surat tugas jurusan. Dosen Pembimbing dapat diperoleh setelah memprogram Kerja Praktek.

8. Masa bimbingan pelaksanaan dan pembuatan laporan Kerja Praktek adalah 5 (lima) bulan sejak dimulainya persetujuan praktek di Lapangan dan persetujuan materi pembahasan oleh Dosen Pembimbing.

9. Laporan kerja praktek berupa kegiatan dan analisis kerja prakteknya dengan format menggunakan tata cara penulisan karya ilmiah yang baik dan benar.

10. Laporan Kerja Praktek sebanyak 2 (dua) eksemplar diserahkan kepada jurusan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah kerja praktek dilakukan.

11. Kerangka laporan :

Kerangka umum dan susunan laporan Kerja Praktek terdiri dari tiga bagian, yaitu :

a. Bagian Awal, terdiri atas : Halaman Judul, Halaman Pengesahan, Halaman Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran.

b. Bagian Pokok, terdiri atas :

  • Pendahuluan meliputi : Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Lokasi Proyek, Ruang Lingkup, Sistematika penyusunan.
  • Tinjauan Umum Proyek, meliputi : Data Teknis Proyek, Organisasi Proyek.
  • Tinjauan Perancangan (bobot sedang), uraikan yang penting-penting saja.
  • Pelaksanaan pekerjaan (bobot besar), meliputi utamanya yang dialami saat Kerja Praktek : peralatan, material, kendali mutu, jadual pelaksanaan dan network planning, RAB, pelaksanaan pekerjaan dan kontrolnya. Gambar, tabel dan dokumentasi menyatu dengan isi laporan.
  • Kesimpulan dan saran

c. Bagian Akhir, berupa lampiran-lapiran antara lain : surat-surat yang berhubungan dengan Kerja Praktek, daftar hadir, asistensi dan kegiatan konsultasi selama Kerja Praktek

Bagan Alir Pengajuan Kerja Praktek

kp