Latar Belakang

Jurusan Teknik Sipil Jenjang Strata Satu (S1) Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) berdiri pada tahun 1981 merupakan peningkatan dari Akademi Teknik Nasional Malang (ATN Malang) yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Teknologi Nasional Malang pada tahun 1969. Perubahan bentuk dan nama Akademi Teknik Nasional Malang menjadi Institut Teknologi Nasional Malang dinyatakan dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0104/O/1983 tanggal 28 Pebruari 1983 dan pemberian Status Terdaftar kepada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Malang berdasarkan SK Mendiknas RI No. 105/O/1983 tanggal 28 Pebruari 1983. Peningkatan status menjadi Diakui diperoleh pada 18 Pebruari 1985 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 071/O/1985, dan Disamakan pada 14 Mei 1986 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0365/O/1986,

Jurusan Teknik Sipil jenjang Strata Satu (S1) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Malang memperoleh status Terakreditasi peringkat B berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 78/D/O/1997 tanggal 17 Nopember 1997 dengan sertifikasi akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 01008/Ak-1.1/ITLLDS/VIII/1998. Selama sekian tahun telah melakukan beberapa reakreditasi kembali dan pada tahun 2011 memperoleh status Terakreditasi peringkat B berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 002/BAN-PT/Ak-XIV/S1/V/2011.

Pada Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan Institut Teknologi Nasional Malang juga terdapat Program Studi yang serumpun yaitu jurusan Teknik Pengairan. Jurusan Teknik Pengairan berdiri pada tahun 1981 berawal dari Akademi, dan sejak tahun 1985 berubah menjadi Strata Satu (S1) dengan status “TERDAFTAR”,. Berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. : 070/0/1985. Pada tahun 1993 Jurusan Teknik Pengairan berubah statusnya menjadi “DISAMAKAN”, Berdasarkan SK Dirjen Dikti No. : 25/DIKTI/Kep/1993. Pada tahun 2003 Jurusan Teknik Pengairan diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) dan mendapat kategori “B”, berdasarkan SK Ketua BAN No. : 05536/Ak-VII-S1-012/ITLTWA/VII/2003. Berdasarkan SK Dirjen DIKTI Nomor 163/DIKTI/Kop/2007, pada tahun 2008 Jurusan Teknik Pengairan digabung dengan Jurusan Teknik Sipil, dalam bentuk kosentrasi dengan nama Teknik Sumber Daya Air.

Perkembangan industri jasa konstruksi di tanah air berkembang sangat pesat dipicu oleh kebutuhan akan sarana dan prasarana, khususnya setelah otonomi daerah. Mengacu pada kebutuhan yang ada maka tantangan yang dihadapi oleh sarjana sipil ke depan semakin kompleks. Dengan demikian, pendidikan Teknik Sipil hendaknya menyesuaikan (adaptable) terhadap perubahan-perubahan kebutuhan tenaga teknik yang terjadi.

Dengan melihat perkembangan dunia konstruksi dan sesuai dengan Visi, Misi, dan tujuan penyelenggaraan pendidikan, maka jurusan Teknik Sipil telah menyusun dan revisi kurikulum yang digunakan sebagai dasar dalam proses belajar mengajar  yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi dengan mengadopsi struktur kurikulum Accreditation Board of Engineering dan Technology (ABET) Tahun 2000. Diharapkan, dengan kurikulum yang diberlakukan untuk tahun ajaran 2014 – 2019 jurusan Teknik Sipil dapat meluluskan alumni yang berdaya saing tinggi ditingkat nasional yang berwawasan internasional.